Kamis, 10 Februari 2011

Bulan ini Gula Impor Masuk Jatim




Anomali cuaca tak hanya berdampak terhadap menurunnya produksi pertanian di Jatim, tak terkecuali produksi gula.

Dampaknya pun pemerintah mulai bersiap untuk mengimpor gula. Jatim mendapat jatah impor sebesar 7.000 ton yang direncanakan akan datang ke Tanjung Perak bulan ini juga.

"Memang kami mendapat pemberitahuan import yang akan datang ke Tanjung Perak. Tetapi masih belum mendapatkan izin pembongkaran barang dari Gubenur," beber Liliek Angraeni, Kasi Import Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Rabu (9/2).

Gula impor yang masuk ke Jatim sendiri akan dikelola oleh Bulog Drive Surabaya. Dan jenis gula yang akan masuk adalah gula kristal putih, yang merupakan gula konsumsi rumah tangga.

"Tetapi aturan masuk gula juga harus dipatuhi. Dimana gula impor hanya boleh masuk dua bulan sebelum masa giling tebu atau satu bulan setelah masa giling. Sehingga tidak merusak harga pasar," sela Arifin T Hariadi, Kabag Perdagangan Dalam Negeri Disperindag.

Khusus untuk produk impor gula, beras dan garam memang tak mudah masuk ke pelabuhan Tanjung Perak meskipun itu sudah menjadi kebijakan nasional. Mengingat tiga komoditi penting itu di jaga ketat oleh Pemprov Jatim.

"Tujuannya bukan untuk mempersulit, tetapi mengamankan harga produk itu di pasaran lokal kami. Apalagi Jatim merupakan daerah yang memiliki produksi berlimpah untuk tiga komoditi itu. Bahkan impor beras saja boleh beerlabuh ke Tanjung Perak karena beras itu bukan untuk dilempar kepasaran lokal Jatim," jelas Liliek.

Lalu bagaimana rencana import gula yang akan masuk ke Surabaya, hingga kini Disperindag masih menunggu izin bongkar dari gubenur.

"Kalau izin itu tak keluar beari import gula itu batal datang ke Surabaya," tandasnya


BERITA HARI INI :