Singapura terus menggenjot sektor pariwisatanya dengan menggelar promosi di berbagai negara. Surabaya menjadi salah satu target promosi, karena kecenderungan para penggila wisata di Surabaya lebih memilih Singapura sebagai salah satu tujuan mancanegaranya.
Hal itu terbukti dari tingginya angka kunjungan dari Indonesia ke Singapura. Di tahun 2010 saja, pemerintah Singapura mencatat 2,3 juta wisatawan yang datang ke negara mereka adalah warga Indonesia.
"Dan Surabaya merupakan kota asal kedua setelah Jakarta. Itu pula yang membuat kami semakin gencar memperkenalkan wisata kami kepada warga Surabaya hari ini," ujar Chooi Yee Chong, Regional Director ASEAN and Ocenia, Singapore Tourism Board, saat perayaan brand destination "YourSingapore" di Taman Bungkul Surabaya, Kamis (24/2/2011).
Perayaan itu juga dimeriahkan dengan berbagai parade tarian, fun bike hingga kehadiran artis ibukota, Fredy Nuril. Dengan brand baru ini pihak Singapura berharap mampu mendekatkan warga Indonesia khususnya Surabaya dengan dunia wisata di Singapura.
"Kami sengaja mengambil tema bersepeda, karena seiring dengan berputarnya roda zaman, spirit kami untuk menyajikan wisata terbaik di Singapura akan terus berapi," bebernya.
Untuk memanjakan para wisatawan tidak bosan datang setiap tahunnya, Singapura pun terus menghadirkan berbagai paket dan tempat wisata dan pusat belanja baru nan mengiurkan untuk para wisatawan.
"Tahun ini kami sudah membuat river safari, sebuah pengalaman wisata baru yang tak kalah menariknnya untuk dikunjungi. Silakan datang dan rasakan sensasi semangat di negara kami," tandasnya.
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 Februari 2011
Kamis, 10 Februari 2011
Terminal Kalimas Segera Jadi Tempat Wisata Bahari
Salah satu terminal di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akan dijadikan kawasan wisata bahari. Terminal Kalimas yang kini dijadikan sebagai pelayanan pelayaran rakyat akan dioptimalkan untuk perluasan kawasan wisata bahari yang sebelumnya hanya di Kenjeran Surabaya.
Edi Priyanto, Humas Pelindo III Surabaya menyatakan Pelindo sudah mengagas revitalisasi Kalimas itu dengan Dinas Pariwisata Surabaya.
Tahun ini program wisata bahari Kalimas akan segera di sulap menjadi wisata bahari baru di Surabaya.
"Tetapi fungsi pelayanan pelayaran rakyatnya tetap jalan juga. Dan ini bagian dari fokus pengembangan kami," ujar Edi, Kamis (10/2).
Meskipun terminal Kalimas akan difokuskan untuk 2 kegiatan yang berbeda tetapi kawasannya akan dibedakan yaitu pos 4 ke arah utara dialokasikan untuk kegiatan pelayaran rakyat atau tradisional sedangkan Pos 4 sampai Pos 5 dialokasikan untuk pariwisata.
"Sehingga saat ada keramaian pariwisata di Kalimas, pelayaran tradisional tidak terganggu. Dan akan saling mendukung nantinya," jelasnya.
Ketika disinggung wacana perubahan pelabuhan Ujung-Kamal di Madura yang akan dijadikan sebagai wisata bahari juga, karena semakin sepi setelah beroperasinya jembatan Suramadu, Edi, mengaku itu baru sebatas isu. Mengingat hingga kini pihak Pelindo juga belum diajak membahasnya.
"Wacana itu muncul dari riset akademisi ITS. Tetapi hingga kini kami belum tahu pasti formatnya seperti apa," tandasnya
Edi Priyanto, Humas Pelindo III Surabaya menyatakan Pelindo sudah mengagas revitalisasi Kalimas itu dengan Dinas Pariwisata Surabaya.
Tahun ini program wisata bahari Kalimas akan segera di sulap menjadi wisata bahari baru di Surabaya.
"Tetapi fungsi pelayanan pelayaran rakyatnya tetap jalan juga. Dan ini bagian dari fokus pengembangan kami," ujar Edi, Kamis (10/2).
Meskipun terminal Kalimas akan difokuskan untuk 2 kegiatan yang berbeda tetapi kawasannya akan dibedakan yaitu pos 4 ke arah utara dialokasikan untuk kegiatan pelayaran rakyat atau tradisional sedangkan Pos 4 sampai Pos 5 dialokasikan untuk pariwisata.
"Sehingga saat ada keramaian pariwisata di Kalimas, pelayaran tradisional tidak terganggu. Dan akan saling mendukung nantinya," jelasnya.
Ketika disinggung wacana perubahan pelabuhan Ujung-Kamal di Madura yang akan dijadikan sebagai wisata bahari juga, karena semakin sepi setelah beroperasinya jembatan Suramadu, Edi, mengaku itu baru sebatas isu. Mengingat hingga kini pihak Pelindo juga belum diajak membahasnya.
"Wacana itu muncul dari riset akademisi ITS. Tetapi hingga kini kami belum tahu pasti formatnya seperti apa," tandasnya



