Tampilkan postingan dengan label Persebaya 1927. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persebaya 1927. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Maret 2011

Bonek Tak Berulah, PT KAI Lega




Kedatangan suporter Persebaya 1927, Bonek dari Yogjakarta setelah mendukung kesebelasan mereka disambut dengan helaan nafas lega dari manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VIII. Sebab, kali ini Bonek tak lagi berulah.

Sebanyak 9 gerbong kereta api Sri Tanjung dari Solo yang mengangkut para suporter Persebaya 1927 itu utuh tanpa kerusakan. Tidak ada pula kerusakan jendela akibat pelemparan dari warga maupun ulah suporter lainnya.

"Mereka sudah tiba dengan selamat, meskipun ada satu orang yang kakinya terluka saat berada di atap gerbong kereta. Tetapi itu murni kesalahan mereka, mungkin karena saking senangnya, mereka lebih memilih naik ke atas gerbong untuk menunjukkan kedatangan mereka kepada warga Surabaya," beber C Herry Winarno, Assisten Manager Eksternal Humas Daop VIII PT KAI, saat memantau penurunan Bonek di stasiun Gubeg, Senin (21/3/2011).

Dikatakan, kerusakan gerbong akibat pelemparan suporter lain bisa diantisipasi setelah 1.600 orang Bonek yang ikut menonton ke kandang Real Mataram, Yogjakarta diangkut dengan 8 gerbong kereta barang dari Yogjakarta menuju Solo. Meskipun kereta barang tak memiliki tempat duduk alias lesehan tetapi kondisi kereta barang yang tertutup tanpa jendela yang banyak membuat para Bonek aman dari lemparan suporter lain maupun warga yang tak suka dengan Bonek.

"Ini disambut baik oleh Bonek, karena selain gratis, mereka hanya duduk di gerbong barang selama 1 jam 20 menit. Perjalanan singkat ini tak akan membuat mereka mabuk atau merasa tidak manusiawi, mengingat ini untuk keselamatan mereka sendiri. Setelah Real Mataram kalah 2-6 dari Persebaya 1927, apapun bisa terjadi, termasuk kemarahan suporter yang dilampiaskan kepada Bonek," jelasnya.

Dikatakan, setelah sampai di Solo, Bonek melalui pengawalan dan pengaturan Polda Jateng pun dipindahkan ke kereta Sri Tanjung. Namun selama dalam perjalanan dari Solo hingga masuk Kota Surabaya, Bonek dilarang membuka jendela. Tujuannya agar warga lain tak melempar kereta dan Bonek pun tak berusaha memancing keributan dengan warga di sekitar rel kereta api.

"Meskipun sekarang ini suporter boleh menggunakan kereta, tetapi penggunaan atribut saat menuju kota lain tetap tidak kami izinkan. Memang saat turun ini banyak yang menggunakan atribut, tetapi itu mereka gunakan setelah memasuki kawasan Surabaya," tandasnya.


Persebaya 1927 Hajar Real Mataram 6 - 2 di Yogya




Enam gol berhasil disarangkan Persebaya 1927 saat bertemu Real Mataram, Minggu (20/3/2011). Skor 2-6 pun menutup laga di stadion Maguwoharjo.

Sejak babak pertama, kedua tim memperagakan permainan terbuka. Sial menimpa Persebaya 1927 di menit awal. Mereka harus kehilangan kiper utama Endra Prasetya di menit ke delapan. Endra ditandu keluar karena kaki kanannya mengalami masalah saat akan menendang bola. Aji pun terpaksa memainkan kiper cadangan, Afriyanto.

Pada menit ke-16, Persebaya 1927 sudah unggul lewat Michael Cvetkovski. Memanfaatkan tendangan bebas John Tarkpor di sisi kanan pertahanan Real Mataram, bola akhirnya berasarang di gawang tuan rumah setelah disepak Cvetkovski.

Dalam kondisi tertinggal, tuan rumah berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan. Dari segi penguasaan bola, pasukan arahan Jose Basualdo memang unggul, tapi pengelesaian akhir sangat buruk, karena mereka hanya mengandalkan Fernando Soler di depan.

Sedangkan rapatnya barisan pertahanan tuan rumah membuat Persebaya 1927 dibuat kesulitan untuk mencetak gol lagi. Apalagi mereka mampu memperkecil celah gerak Andik dan Rendi Irwan yang selalu menjadi awal serangan tim asuhan Aji Santoso.

Sebuah kerugian harus diterima tuan rumah. Salah satu gelandangnya, Ali Machrus mendapat kartu merah dari wasit Drage Stojanovski asal Macedonia di menit ke-33. Ali terlihat jelas menyikut wajah Andik. Andik memang menjadi sasaran pelanggaran tuan rumah karena kelincahannya menyisir pertahanan.

Unggul dalam jumlah pemain membuat Persebaya 1927 leluasa mengobok-obok pertahanan tuan rumah. Gol kedua pun terjadi lewat kaki Rendi. Memanfaatkan umpan lambung Erol Iba, bola yang diterima Wirahadi langsung disodorkan ke Rendi. Tendangan jarak jauh eks pemain Tim PON Jatim ini mempu merobek jala Real Mataram di menit ke-36. Skor pun berubah 0-2 untuk keunggulan tim tamu Persebaya 1927.

Babak pertama memasuki menit ke-43, Persebaya 1927 menggandakan skor menjadi 0-3 melalui Andrew Barisic. Menerima umpan manis Erol Iba, Barisic terlebih dulu mengelabuhi Cristian Febre sebelum akhirnya menceploskan bola ke gawang Arik Bakhtiar. Gol Barisic menutup babak pertama dengan keunggulan 0-3 untuk tim tamu, Persebaya 1927.

Memasuki babak kedua, gol cepat kembali dicetak tim tamu Persebaya 1927 di menit ke-52. Lepas dari jebakan offside, Andik Vermansyah melepaskan umpan matang yang mampu diselesaikan dengan manis oleh sepakan kaki kiri Rendi Irwan, 0-4 untuk keunggulan tim tamu Persebaya 1927.

Meski hanya bermain dengan 10 orang, Real Mataram masih bersemangat untuk mengejar ketertinggalan. Hanya saja, upaya mereka mampu dibendung bek-bek Persebaya 1927. Justru gawang mereka kembali bobol di menit ke-63 lewat Andik Vermansyah.

Melewati dua pemain belakang, serta kiper Arik Bakhtiar, Andik mencetak gol mudah sekaligus memperbesar skor menjadi 0-5 untuk Persebaya 1927. Tuan rumah memperkeci kedudukan menjadi 1-5 melalui gol cantik Andrid Wibawa di menit ke-68.

Mampu mencetak satu angka membuat Real Mataram membuat pemain tuan rumah semakin percaya diri. Mereka mampu memanfaatkan penurunan tempo permainan Persebaya 1927 dengan melakukan tendangan langsung ke gawang. Apalagi penampilan kiper Afriyanto juga tidak meyakinkan.

Upaya tuan rumah pun berhasil. Mereka berhasil mencetak gol kedua melalui titik putih di menit ke-84. Berawal dari kesalahan Afriyanto dalam mengantisipasi pergerakan Fernando Soler, wasit pun menunjuk titik putih. Pemain Argentina ini mudah saja mengecoh Afriyanto.

Menjelang pertandingan berakhir, Persebaya memperlebar jarak menjadi 2-6 lewat gol kaki kiri Arif Ariyanto. Menerima umpan satu dua dengan Rendi, tendangan keras Arif membuat ribuan Bonek di Maguwoharjo bersorak. Skor 2-6 untuk Persebaya pun bertahan hingga usai laga.


Minggu, 13 Maret 2011

Persebaya 1927 Hajar Aceh United 4 - 0




Persebaya 1927 membayar lunas tiga laga tanpa kemenangan dengan torehan tiga poin lawan Aceh United, Minggu (13/3/2011). Tak tanggung-tanggung, tim kebanggaan Bonek ini menang telak 4-0.

Meski sudah memainkan Andrew Barisic sejak akhir babak pertama, penampilan Persebaya 1927 di awal babak kedua cenderung menurun. Mereka lebih sering membuka ruang bagi Aceh United untuk menyerang. Lewat Yum Dong Jin, Yossi dan Alain Nkong serangan The Rencong Army dimulai.

Namun punggawa depan Aceh dibuat kesulitan dengan penampilan gemilang kuartet lini belakang Persebaya. Sedangkan Persebaya lebih banyak menunggu dan menggebrak balik. Justru lewat serangan balik itulah gol ketiga Persebaya lahir di menit ke-62.

Berawal umpan John Tarkpor kepada Khusnul Yuli, bola lalu disodorkan kepada Barisic, ia lalu memutar badan sebelum akhirnya mencocorkan bola ke jala Ruly Yasin, 3-0 Persebaya unggul. Gol ini menjadi gol perdana bagi striker yang baru didatangkan Rabu (9/3/2011) kemarin.

Tiga gol yang berhasil dijaringkan tak membuat Persebaya mengendurkan serangan. Justru mereka tak henti membombardir pertahanan Aceh. Keasyikan menyerang membuat jala mereka hampir jebol di menit ke-74. Beruntung kiper Endra Prasetya sigap menangkap bola Yum Dong Jin.

Pertahanan Persebaya kembali terancam di menit ke-79. Beruntung tendangan bebas Alain Nkong membentur pagar hidup. Endra kembali melakukan penyelamatan kala ia terbang untuk menangkap bola krosing Junarto di menit ke-81.

Pesta gol Persebaya akhirnya ditutup dengan lahirnya gol Andik Vermansyah di menit ke-83. Berawal dari krosing matang Barisic, Andik mudah saja mencocorkan bola ke jala Aceh. Skor 4-0 pun menutup pertandingan hari ini. Kemenangan ini menjadi kemenangan mengakhiri paceklik menang di tiga laga terakhir.


Jumat, 11 Maret 2011

Persebaya 1927 Dekati Dua Perusahaan




logo persebaya 1927
CEO Persebaya 1927, Llano Mahardika akhirnya menjawab pertanyaan seputar masalah sponsor. Llano menjelaskan, pihaknya saat ini telah melakukan lobi ke beberapa perusahaan nasional.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, semenjak bergabung dengan Persebaya 1927, Oktober 2010 lalu, Llano belum bisa menghadirkan banyak inovasi. Termasuk masalah sponsor. Lihat saja, setiap pertandingan Persebaya, tidak ada logo sponsor di jersey 'ijo' Persebaya.

Hanya ada badge Liga Primer Indonesia (LPI) dan sponsor utama LPI, Coca Cola di bagian lengan kanan dan kiri. Selain itu, papan sponsor di pinggir lapangan juga didominasi sponsor LPI.

Menurut Llano, tidak benar jika pihaknya tidak melakukan usaha untuk menggaek sponsor bagi Persebaya 1927. "Sudah ada pendekatan dengan beberapa perusahaan," katanya singkat, Jumat (11/3/2011).

Mantan manajer lisensi PT Liga Indonesia ini menambahkan, untuk mendapatkan sponsor di tengah kondisi sepakbola yang tengah kacau tidaklah mudah. Untuk itu, pendekatan ke perusahaan-perusahaan dilakukan secara perlahan.

"Ada dua perusahaan. Untuk kepastiannya, kita masih nunggu hasil Kongres PSSI," pungkas Llano.


Persebaya 1927 Tutup Kran Belanja Pemain




Hadirnya Andrew Barisic membuat hati pelatih Persebaya 1927, Aji Santoso lega. Aji pun mengisyaratkan tidak akan melakukan penambahan pemain hingga putaran kedua nanti.

Sejak awal, lini depan memang menjadi masalah yang selalu dikeluhkan Aji. Kinerja manajemen yang lambat dalam mendatangkan pemain baru membuat Aji jengkel. Berulang kali ia meminta untuk mendatangkan striker handal, berulang kali pula ia harus menahan kecewa.

Tapi dengan hadirnya Barisic, Rabu (9/3/2011) kemarin lusa membuat Aji bisa bernafas lega. Di tengah situasi I Made Wirahadi yang cedera, dan penampilan kurang meyakinkan Nico Susanto, striker Australia berusia 24 tahun ini hadir sebagai opsi baru di tim.

Kedatangan Barisic membuat Aji tak lagi berpikir untuk mendatangkan pemain baru. Sebab kebutuhan utama sudah terisi. "Mungkin sudah close. Kalau ada penambahan pemain baru mungkin di putaran kedua nanti," ucap Aji.

Dengan bergabungnya Barisic, kuota pemaina sing di Persebaya 1927 genap empat orang. Sebelumnya, tim kebanggan Bonek ini mendatangkan tiga pemain, yakni John Tarkpor, Otavio Dutra dan Michael Cvetkovski. "Sebenarnya kita masih ada jatah satu pemain non Asia," lanjut Aji.

"Tapi kebutuhan utama kita kan di depan, karena sudah ada pemain baru, saya rasa tim ini sudah cukup," tambah eks pelatih Persisam ini.

Meski Aji sudah menyatakan menutup pintu perburuan pemain hingga putaran kedua nanti, hingga saat ini konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI) dan pengelola Persebaya masih berusaha mendatangkan marquee player. Sayangnya hingga saat ini, kabar tersebut tidak jelas ujungnya


Kamis, 10 Maret 2011

Andrew Barisic Janji Cetak Banyak Gol untuk Persebaya 1927




Striker anyar Persebaya asal Australia, Andrew Barisic mengaku senang bisa bergabung dengan Persebaya 1927 dan berkompetisi di Indonesia. Striker berusia 24 tahun ini berharap bisa mencetak banyak gol bersama tim yang identik dengan warna hijau ini.

Barisic yang ditemui wartawan usai sesi berlatih, Rabu (9/3/2011) sore mengatakan, dirinya baru menyelesaikan kompetisi di A League bersama Gold Coast United. Sehingga kondisinya sudah siap bertanding lawan Atjeh United, Minggu (13/3/2011) mendatang.

"Sebagai striker, saya berharap setiap pertandingan bisa cetak gol. Saya berharap diberikan kesempatan untuk itu," ucap Barisic.

Barisic juga memuji Liga Indonesia sebagai kompetisi yang bagus dan ketat. Ia sangat berharap bisa bermain di setiap pertandingan Persebaya 1927. "Saya juga ingin membawa tim saya juara," tambah Barisic.

Berdasarkan informasi di internet, pemain kelahiran 22 Maret, 24 tahun silam ini memiliki tinggi badan 188 cm. Barisic memulai kariernya bersama Melbourne Knights musim 2005–2006. Usai itu ia bergabung dengan Arminia Hannover dan SV Schermbeck. Puas merantau, Barisic kembali ke Knights di musim 2007-2008. Sejak tahun 2009, ia membela Gold Coast United.

Pada pertandingan lawan Atjeh United nanti, Barisic bakal berhadapan dengan mantan punggawa Timnas Kamerun di Piala Dunia, Piere Njanka. "Saya tidak takut lawan siapapun. Saya siap lawan siapapun," tegasnya.


Akhirnya Andrew Barisic Datang Juga ke Persebaya 1927




Setelah menunggu hampir tiga minggu, striker asal Australia, Andrew Barisic akhirnya datang ke Surabaya, Rabu (9/3/2011) sore.

Dari pantauan beritajatim.com, striker berusia 24 tahun ini ikut berlatih bersama anak asuh Aji Santoso di Stadion Gelora 10 Nopember. Namun Barisic tak mengikuti sesi small game.

Ia hanya berlatih sendiri di pinggir lapangan. Menurut CEO Persebaya, Llano Mahardika, Barisic baru datang, Selasa (8/3/2011) malam. Sedangkan hari ini baru perkenalan awal bagi mantan pemain Gold Coast United ini.


Sabtu, 05 Maret 2011

Persebaya 1927 Ditahan Bintang Medan 1 - 1




Meski sempat unggul terlebih dulu, Persebaya 1927 gagal mendapatkan tiga angka di kandang Bintang Medan, stadion Teladan, Jumat (4/3/2011) malam ini. Anak buah Aji Santoso harus puas dengan skor imbang 1-1. Pertandingan ini sempat terhenti selama 20 menit karena lampu stadion padam.

Setelah kedudukan imbang 1-1, Persebaya yang mengincar kemenangan semakin gencar membombardir gawang Bintang Medan. Lewat sebuah tendangan bebas, Otavio Dutra kembali memperoleh peluang di menit ke-63. Sayang, Dutra kurang beruntung. Sepakannya masih melenceng di sisi kanan gawang tuan rumah yang dijaga Decky Ardian.

Bek jangkung asal Brazil ini kembali menebar ancaman ke pertahanan Bintang di menit ke-76. Berawal dari tendangan bebas John Tarkpor, bola heading Dutra ternyata membentur tiang atas gawang Decky.

Menjelang akhir pertandingan, atau tepatnya menit ke-85, Bintang mendapat kesempatan lewat pemain pengganti, Dodi Rahwana. Beruntung tendangan keras Dodi masih membentur mistar gawang Endra. Hingga wasit asing asal Filipina, Jayric Iligan meniup pluit tanda berakhir laga, skor imbang 1-1 tetap bertahan.


Sabtu, 26 Februari 2011

Persebaya 1927 Janji Bangkit Saat Lawan Cendrawasih Papua




Persebaya 1927 bakal menjadikan laga lawan Cendrawasih Papua, Minggu (27/2/2011) besok sore sebagai ajang kebangkitan, usai kalah dari Bali Devata. Pelatih Aji Santoso menegaskan, tiga poin menjadi hal wajib yang harus digapai.

Kegagalan di Bali menjadi kekalahan pertama Persebaya 1927 dari lima pertandingan. Empat laga sebelumnya, mereka selalu mengakhirinya dengan kemenangan. "Hikmahnya, pemain menjadi tahu rasanya kalah. Lawan Cendrawasih menjadi ajang kebangkitan kita," jelas Aji kepada beritajatim.com.

Aji yang ditemui usai menggelar latihan pagi, menyebut, saat ini kondisi timnya siap tanding, meski untuk posisi stopper, dia bakal menurunkan duo lokal, Nurmufid Fasta dan Johan Ibo. Meski jarang turun, Aji yakin Fasta mampu bermain baik. "Selama latihan, dia selalu menunjukkan peforma baik," kata Aji.

Meski sering membuat kejutan, di atas kertas Persebaya jauh lebih unggul dari Cendrawasih. Dari lima pertandingan, tim berjuluk Burung Emas ini tidak pernah menang. Mereka hanya dua kali seri dan tiga kali kalah. Meski begitu, Aji tidak ingin meremehkan lawan.

"Sepakbola tidak bisa dilihat dari satistik. Hal itu tidak bisa dibuat patokan. Meski dua imbang dan tiga kalah, belum tentu timnya jelek. Untuk itu kami bakal mengantisipasi kebangkitan Cendrawasih. Kita tetap fight dan wajib menang," tegas Aji.

Aji menyebut, pada laga besok, dirinya tidak akan melakukan banyak perubahan. Posisi penjaga gawang masih dipercayakan pada Endra Prasetya. Empat pemain belakangnya adalah, Khusnul Yuli, Johan Ibo, Nurmufid Fasta dan Erol Iba.

Komposisi lini tengah juga tak berubah. Empat gelandang yang dipasang yakni, Rendi Irwan, John Tarkpor, Taufiq dan Arif Ariyanto. "Untuk lini tengah mungkin tidak ada perubahan. Sedangkan depan, kita masih menunggu perkembangan terakhirnya," pungkas Aji.


Jumat, 25 Februari 2011

Di Balik Sopannya Bonek Saat Bertamu ke Gianyar




Pertandingan antara Persebaya 1927 melawan Bali de Vata telah usai, Minggu (20/2/2011) lalu. Walau kalah, ribuan Bonek yang saat itu melawat ke Pulau Bali bisa pulang secara aman. Tidak ada rusuh atau insiden dengan warga selama di perjalanan, berangkat maupun pulang. Apa rahasianya?

Rupanyanya, gejala itu tidak lepas dari campur tangan seorang perempuan. Dia adalah Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Sebelum berangkat, Tri Risma membantu mengkoordinir Bonek. Dia juga membantu mencarikan fasilitas transportasi.

"Saya coba kanalisasi, hasilnya bagus. Meski kalah,tidak ada keributan," ujarnya saat pertemuan suporter se-Jatim di Mapolda, Selasa (22/2/2011).

Tri Risma mengungkapkan, Bonek ataupun suporter manapun, dia butuh diorangkan. "Mereka butuh perhatian. Jangan sampai dibiarkan. Jadi kita semua saling menghargai. Jika suporter dihargai secara otomatis mereka juga akan menghargai orang lain, suporter lain," katanya.

Sebagai Walikota, Risma berjanji akan melibatkan semua pihak untuk pembinaan suporter di Surabaya. "Semua harus dilibatkan, sebab tidak ada yang sempurna. Mari perbaiki bersama-sama. Lurah, camat, sekolah, semuanya bisa terlibat aktif dalam pembinaan suporter," paparnya.

Secara khusus, Risma mengucapkan terima kasih kepada Bonek yang tidak rusuh selama lawatan ke Bali. "Kedewasaan Bonek berasal dan bermula dari mereka sendiri. Bonek bisa sopan kepada warga, kepada polisi, kepada suporter lawan, itu karena mereka sudah sadar bahwa percuma berbuat anarkhis," kata Risma.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo menghimbau kepada Bupati, Walikota, Dandim, dan Kapolres agar mau bertemu pengurus, baik sepakbola maupun suporter untuk bicara terkait masalah kerukunan suporter. "Saya berharap ada komunikasi setelah ini, termasuk ke arus bawah," kata Soekarwo.


Bonek Minta Maaf




Sikap berjiwa besar ditunjukkan pendukung Persebaya, yakni Bonek. Koordinator Bonek secara terbuka menyatakan permintaan maaf terhadap siapapun yang telah dirugikan oleh ulah superter yang akrab dengan logo bajul ijo itu.

Ungkapan permintaan maaf Bonek itu dilontarkan saat acara pertemuan suporter se-Jatim di Mapolda Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (22/2/2011). Di hadapan perwakilan suporter klub Arema, Persema, Persekam Metro FC, Persebaya DU, Persebaya 1927, Deltras, Persik, Persela, Gresik United, PSBI Blitar, Persipro, Persibo, PS Mojokerto Putra; Nur Hasyim yang menjadi koordinator Bonek, memohon maaf.

"Atas nama Bonek Surabaya, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Jatim atas kelakuan teman-teman saya. Sekali lagi, saya mohon maaf," kata Nur Hasyim.

Sekadar diketahui, saat pertandingan Tangerang Wolves melawan Persebaya 1927 di Tangerang, ribuan Bonek datang melawat. Perjalanan ini ternyata tidak lancar. Bonek terlibat insiden dengan LA Mania di Lamongan. Akibat insiden tersebut, puluhan genteng rumah warga rusak karena dilempari Bonek.

Yang lebih parah, satu LA Mania tewas dan satu lagi sempat kritis akibat dihajar Bonek. Sebelumnya, puluhan Bonek diturunkan paksa dari kereta api dan dipukul ramai-ramai oleh polisi dan LA Mania. Selajutnya, gerbong kereta api yang diduga membawa Bonek dilempari warga Lamongan. Kerusuhan tersebut menyebabkan PT Kereta Api Indonesia mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Tidak hanya meminta maaf, Nur Hasyim dalam pertemuan tersebut juga melontarkan kritik kepada media massa. Menurutnya, media massa kerap kali justru memperuncing gesekan antarsuporter. "Media harus berimbang, jangan memprovokasi. Jelek katakan jelek, baik katakan baik," tandasnya.


Lini Belakang Persebaya 1927 Lampu Kuning




Tak hanya mengalami krisis di lini depan, sektor belakang Persebaya 1927 juga dalam kondisi yang sama.

Sebab, duo bek asing, Otavio Dutra dan Michael Cvetkovski dipastikan tidak bisa merumput di pertandingan lawan Cendrawasih Papua, Minggu (27/2/2011) mendatang.

Michael tidak bisa merumput karena ia harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Hal yang sama juga terjadi pada Dutra. Hanya saja, bek Brazil itu masih mengalami cedera kepala karena berbenturan dengan striker Bali Devata, Illa Spasojevic.

"Kami pastikan keduanya tidak bisa main besok," ucap pelatih Persebaya 1927, Aji Santoso.

Mantan pelatih Persisam terlihat pusing dengan cedera yang menimpa dua anak buahnya ini. Apalagi Dutra dan Michael merupakan pilar utama di lini belakang. Alhasil, untuk Pertandingan lawan Cendrawasih, Aji bakal memaksimalkan dua stopper lokal, Nurmufid Fasta dan Johan Ibo.

"Kita sudah siapkan Johan dan Fasta," tambah eks juru taktik Tim PON Jatim ini. Yang perlu di khawatirkan, Fasta baru sembuh dari cedera, sedangkan Johan baru sembuh dari tifus.

Sementara itu, striker pelapis, Nico Susanto masih berkutat dengan cedera. Sedangkan striker utama, I Made Wirahadi juga dalam kondisi tidak prima. "Kalau saya lihat, Wirahadi belum 100 persen," papar Aji.

Kondisi ini tak lepas dari peperan kosong yang diberikan manajemen dan pengelola Liga Primer Indonesia (LPI) soal marquee player. Sebab, hingga saat ini persiapan Persebaya boleh dibilang paling lambat diantara klub lainnya. Akibatnya, disaat pemain banyak cedera, Aji pun pusing karena tidak memiliki stok pemain yang handal.

"Kini semua kekhawatiran saya jadi kenyataan," tutup Aji


Sabtu, 19 Februari 2011

Persebaya 1927 Target Perpanjang Rekor Selalu Menang




Hingga pekan keenam Liga Primer Indonesia (LPI), Persebaya 1927 menjadi satu-satunya tim yang selalu memetik kemenangan di seluruh pertandingannya. Mereka pun berusaha untuk menjaga catatan itu saat bertamu ke markas Bali de Vata, Minggu (20/2/2011) besok sore.

Memang, dari empat pertandingan yang sudah dilampaui, Persebaya berhasil mengakhiri semuanya dengan tiga angka. Mereka pun bertahan selama dua pekan di puncak klasemen, sebelum akhirnya berhasil diserobot Persema. Meski berada di posisi kedua, namun anak buah Aji Santoso masih menyimpan satu pertandingan sisa. Selain itu lini depan mereka cukup produktif. Total 13 gol berhasil dijaringkan ke jala lawan.

Kemenangan berturut-turut diempat pertandingan terakhir membuat pelatih Aji Santoso ingin memperpanjang rekor tersebut. Aji pun berharap timnya bisa mengulanginya di stadion Kapten Dipta, Gianyar besok sore saat dijamu tuan rumah, Bali de Vata.

"Kami berusaha mendapatkan poin di Bali. Syukur-syukur kalau bisa menang," ucap Aji, Sabtu (19/2/2011).

Sambungnya, meski kesempatan untuk mendapatkan angka masih ada, namun Aji menginginkan pasukannya tidak menganggap remeh tim asuhan pelatih asal Belanda, Willy Scheepers ini. Menurut Aji, seluruh pemain asing yang dikoleksi Bali sangat berkualitas. Selain itu, pemain lokal mereka juga berbakat, muda dan memiliki kecepatan.

Aji mengaku sudah memahami bagaimana kekuatan Bali. Sebab ia juga menyaksikan saat calon lawannya tandang ke Semarang United beberapa waktu lalu. Pada pertandingan yang berlangsung akhir pekan lalu, The Blue Devils, julukan Bali de Vata mampu menghadiahkan kekalahan perdana untuk tim kebanggan Pulau Dewata ini lewat kemenangan tipis 1-0. Meski begitu Bali tetap berada di posisi ketiga, menempel Persebaya.

"Secara keseluruhan anak-anak siap bertanding," tegas Aji. Meski Aji tidak bisa memungkiri jika timnya dalam kondisi krisis penyerang. Hingga saat ini baru I Made Wirahadi yang benar-benar fit. Sedangkan tandemnya, Andik Vermansyah tidak dalam kondisi 100 persen.

Sementara itu, sebelum bertanding, rombongan Persebaya 1927 mendapat jamuan khusus dari Wirahadi, Jumat (18/2/2011) malam. Kebetulan Bali memang pulau asal Wirahadi dilahirkan dan menetap hingga saat ini


Disambut Nasi Bungkus, Bonek Foto Bareng Polisi Jember




Gelombang kedua rombongan Bonek ke Bali dengan menggunakan kereta api Sri Tanjung jurusan Surabaya-Banyuwangi melewati Jember, Jumat (18/2/2011) malam ini. Jumlah rombongan kali ini lebih besar daripada kemarin.

Sebagaimana kemarin, sekitar 500-600 orang Bonek disambut oleh suporter Jember yang tergabung dalam Berni (Jember Brani!) dan Bonek Jember. Beberapa personil kepolisian juga tampak berjaga-jaga di Stasiun Kota.

Begitu memasuki Stasiun Kota Jember, rombongan Bonek itu menyanyikan lagu-lagu. Kedatangan mereka sempat menarik perhatian sejumlah orang di stasiun. Sebagaimana kemarin, tidak ada insiden. Mereka bernyanyi-nyanyi bersama.

Begitu kereta api berhenti, Bonek Jember langsung memberikan ratusan nasi bungkus ke dalam kereta api. Beberapa Bonek menyempatkan diri untuk foto bareng dengan petugas kepolisian, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi.


Persebaya 1927 Klaim Andrew Barisic Pemain Asing Keempat




Siapa pemain asing keempat Persebaya 1927 akhirnya terjawab. Melalui media officer, Ram Surahman, Persebaya menginformasikan jika mereka sudah mendapatkan tanda tangan striker muda asal Australia bernama, Andrew Barisic.

Dari hasil 'surfing' di internet, Barisic adalah pemain kelahiran 22 Maret, 24 tahun silam. Saat ini, striker yang memiliki tinggi badan 188 cm ini bergabung dengan tim Liga Australia, Gold Coast United.

"Ini adalah pemain keempat Persebaya. Secara prinsip semua sudah oke," ungkap Ram dalam percakapan via smartphone, Jumat (18/2/2011) sore ini.

Barisic memulai kariernya bersama Melbourne Knights musim 2005–2006. Usai itu ia bergabung dengan Arminia Hannover dan SV Schermbeck. Puas merantau, Barisic kembali ke Knights di musim 2007-2008. Sejak tahun 2009 hingga kini, ia membela Gold Coast United. "Sebelum lawan Cenderawasih Papua pekan depan kita usahakan dia gabung," tambah Ram.

Selain Barisic, Persebaya 1927 tengah dijanjikan marquee player. Ada dua nama yang masih dipertimbangkan, yakni Alexander Zickler dan eks striker Timnas Perancis.


Lini Depan Persebaya 1927 Krisis, Striker Tinggal Wirahadi




Krisis lini depan masih menghantui tim Persebaya 1927 saat tandang ke markas Badi de Vata, Minggu (20/2/2011) besok lusa. Dari empat penyerang yang dikoleksi pelatih Aji Santoso, hanya I Made Wirahadi yang dalam kondisi fit. Selebihnya, dua striker cedera dan satu striker kurang fit.

Rombongan Persebaya terbang ke Bali, Jumat (18/2/2011) pagi ini. "Kami membawa 18 pemain," ucap Aji Santoso. Dari nama-nama itu, lini depan patut menjadi sorotan. Sebab, dari empat bomber, hanya I Made Wirahadi yang dalam kondisi fit.

Aji mengungkapkan, tandem Wirahadi, Andik Vermansyah tidak dalam kondisi 100 persen. Sedangkan dua striker yang biasa menghuni bangku cadangan, Nico Susanto dan Miko Ardiyanto mengalami cedera. "Hingga saat ini keduanya masih belum sembuh," tambah mantan pelatih Persik ini.

Selain Nico dan Miko, stopper belia, Nurmufid Fasta juga mengalami cedera. Meski bukan pemain reguler, namun Aji cukup pusing dengan cedera tiga pemain ini, utamanya untuk posisi striker. Sebab, jika Wirahadi dan Andik juga cedera, maka Persebaya tidak memiliki stok lagi.

Sedangkan untuk pertandingan besok lusa, Aji menegaskan tidak akan melakukan perubahan komposisi pemain. "Saat main di Bali, kita tidak akan melakukan perubahan komposisi pemain," tutup pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini.


Jumat, 18 Februari 2011

Lewat Jember, Bonek Nyanyikan Pujian untuk Berni




Kelompok suporter Persid, Jember Brani! alias Berni, memberikan sambutan atas kedatangan rombongan Bonek melalui jalur kereta api. Sejak Kamis tadi malam, Bonek sudah meluncur ke Banyuwangi melewati Jember.

"Kami memang berencana memberikan sambutan kepada Bonek. Jember terbuka untuk suporter manapun. Bonek saudara kita juga," kata Agus Supa'i, Ketua Berni. Penyambutan sudah dilakukan sejak stasiun Tanggul, 30 kilometer dari pusat kota Jember.

Sebenarnya, rencana penyambutan akan digelar Jumat (18/2/2011) malam nanti. Agus mendengar gelombang besar Bonek akan datang hari ini dengan menggunakan kereta api Sri Tanjung. Para Bonek ini berencana ke Bali untuk menyaksikan pertandingan Persebaya 1927 melawan Bali De Vata.

Namun ternyata, ada rombongan yang sudah meluncur ke Banyuwangi Kamis malam (17/2/2011). Sedikitnya 200 orang Bonek melewati Jember dengan naik Sri Tanjung. Anton, Sekretaris Jenderal Berni, sudah menyambut mereka di Tanggul. "Kami memberikan beberapa dos air mineral gelasan kepada mereka sebagai bentuk solidaritas sesama suporter," katanya.

Selain Berni, tampak juga sejumlah Bonek Jember menyambut kedatangan kawan-kawan mereka di stasiun. Mereka membawa spanduk ucapan selamat datang. Bonek dari Surabaya terakhir kali menyambangi Jember tahun 2005-2006, saat Persebaya bermain di Divisi I (sekarang Divisi Utama).

Kendati tidak ada kawalan aparat kepolisian di stasiun Jember, tidak insiden bentrokan. Bahkan, Bonek bernyanyi-nyanyi mengucapkan terima kasih kepada para suporter Persatuan Sepakbola Indonesia Djember (Persid). "Terima kasih, terima kasih, Persidmania atas sambutannya."

"Kalau untuk Jumat malam, rencananya nanti saya sendiri akan ikut rombongan Bonek mengawal sampai Banyuwangi," kata Anton. Ia memang akrab dengan banyak pentolan Bonek dari Surabaya hingga Banyuwangi.


Selasa, 15 Februari 2011

Aji akan Pulangkan Marquee Player, Jika...




Pelatih Persebaya 1927, Aji Santoso menyatakan tetap memantau kondisi pemain yanbg menjadi marquee player timnya jika sudah datang. Menurut Aji, jika memang kondisi sang pemain siap berkompetisi, maka ia akan menerimanya.

"Katanya pemainnya dari Jerman. Tapi keputusan final tetap kita lihat dulu setelah beberapa hari. Kalau lebih bagus, kita akan pakai. Kalau buruk ya langsung kita pulangkan," tegas Aji.

Eks pelatih Persisam ini mengaku belum mendapat informasi dari pengelola siapa nama marquee player yang didatangkan konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI). Ia hanya diberi tahu asal negara dan prestasi sang pemain.

"Saya belum tahu namanya. Tapi katanya pada 2008 lalu menjadi top skor, tapi di negara mana saya tidak tahu," aku mantan kapten Timnas Indonesia ini.

Aji juga membantah hubungannya dengan CEO Persebaya, Llano Mahardika tengah menghangat. Apalagi anggapan beredar jika pengelola mencoba mengintervensi keputusan pelatih. "Menurut saya bukan intervensi. Mungkin tujuannya baik. Mungkin beliau punya pandangan lain demi kebaikan," sambung Aji


Pasrah, Aji Ajukan Satu Syarat ke Marquee Player




Meski berat, pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso menerima rencana konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI) mendatangkan marquee player untuk timnya. Tapi Aji tidak serta merta menerima, ia mengajukan satu syarat.

Aji memang berat menerima keputusan ini. Apalagi konsorsium LPI seolah mengintervensi tugasnya sebagai pelatih. Jauh hari Aji mengatakan, otoritas tertinggi dalam kebijakan perekrutan pemain ada di tangannya. Tapi untuk kasus satu ini, ia tidak berdaya.

"Kalau datangkan pemain yang harus sudah siap berkompetisi," kata Aji, Senin (14/2/2011).

Ya, Aji hanya mengajukan satu syarat, yakni pemain itu harus siap diturunkan. Apalagi jelang lawan Bali De Vata, Minggu (20/2/2011) mendatang, timnya tengah krisis pemain depan. Dua striker, yakni I Made Wirahadi dan Miko Ardiyanto didera cedera.

Sedangkan gelandang mungil, Andik Vermansyah juga tidak dalam kondisi fit.

Aji berharap, jika sudah mendapatkan pemain asing khususnya di posisi striker, sang pemain bisa diturunkan di Bali. Untuk itulah ia ngotot ingin mendatangkan Emile Betrand Mbamba.
Sebab secara kualitas, mantan pemain Arema ini sudah terbukti. "Jangan seperti kemarin, katanya mantan pemain timnas Korea, tapi ya seperti itu saja," lanjut Aji.

Dikonfirmasi, CEO Persebaya, Llano Mahardika mengaku, marquee player yang disiapkan konsorsium LPI dalam kondisi siap tanding. "Kalau seperti itu ya tidak apa-apa. Yang pasti pelatih sudah memberikan rekomendasi untuk Mbamba," tutup Aji. Rencananya, marquee player Persebaya bakal tiba pekan ini.


Sabtu, 12 Februari 2011

Aji Desak Manajemen Datangkan Mbamba




Di saat kondisi Persebaya 1927 krisis striker, nama mantan penyerang Arema Indonesia, Emile Betrand Mbamba kembali mencuat. Tak tanggung-tanggung, pelatih Aji Santoso sendiri yang meminta manajemen segera merekrut pemain bertempramental tinggi ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, saat ini Persebaya 1927 tengah krisis striker. Penyerang utama, I Made Wirahadi tengah mengalami cedera engkel. Tandemnya, Andik Vermansyah dalam kondisi tidak fit. Sedangkan bomber muda, Miko Ardiyanto cedera paha. Praktis hanya Nico Susanto yang tersisa.

"Yang saya khawatirkan sejak awal akhirnya terjadi. Kita tidak bisa mengandalkan Nico saja," kata Aji ketika ditemui usai sesi berlatih, Jumat (11/2/2011) sore.

Karena kondisi ini, Aji pun kembali melirik nama Mbamba. "Saya menginginkan kita merekrut Mbamba. Saya sudah tahu kualitasnya. Apalagi dia juga dalam kondisi siap tanding," ucap Aji kepada wartawan.

Mbamba memang bukan nama baru di tim ini. Dua kali pemain yang pernah menjebol jala Juventus ini dikaitkan dengan Persebaya. Pada kesempatan pertama, manajemen menganggap harga Mbamba terlalu mahal, yakni Rp 2,5 miliar selama semusim. "Empat hari setelah ditolak, Mbamba menurunkan banderolnya menjadi Rp 1 miliar," ungkap Aji.

Setelah itu, manajemen kembali melakukan pendekatan. Apalagi saat itu mereka gagal merekrut Paulo Wanchope. "Saat itu sempat ada pertemuan juga di Jakarta," lanjut Aji.

Tapi pada pertemuan itu, kedua belah pihak tidak mendapat kata sepakat. Kabarnya, saat itu CEO Persebaya, Llano Mahardika berusaha menekan harga hingga di bawah Rp 1 miliar.

"Sekarang saya minta manajemen datangkan Mbamba. Tugas seorang pelatih kan memberikan rekomendasi. Soal realisasi itu urusan manajemen. Yang pasti saat ini kita sangat butuh penyerang," pungkas pria asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini