
Kerasnya persaingan kedua tim telah terlihat dari kuarter pertama. Kehati-hatian dalam menyerang serta kuatnya pertahanan kedua tim membuat pertandingan kuarter pertama berakhir dengan skor rendah dan sama kuat sembilan sama. Hanya forward Stadium, Randolph Ariestedes serta shooting guard CLS Knights, Sandy Febiansyakh yang mampu mencetak hingga tiga poin.
CLS Knights bermain sedikit lebih baik di kuarter kedua. Pemain pengganti Jeffry bermain sangat efektif dengan memasukan tiga tembakan dari tiga kali percobaan. Namun demikian, perlawanan Stadium melalui Boy Damanik pun tak kalah sengit. Damanik yang juga pemain pengganti menghasilkan lima angka bagi tambahan total timnya. Stadium hanya tertinggal tiga angka di akhir babak.
Pertandingan masih tetap ketat dan seru. Dwi Haryoko, forward CLS Knights yang bermain kurang baik pada babak sebelumnya mampu memperbaiki penampilan dengan menambah delapan angka dan mengemas tujuh rebound. Sementara pada kubu Stadium, Damanik masih tetap sulit dihentikan dan tetap menempel ketat CLS Knights. Akhir kuarter ketiga, 38-33 masih untuk keunggulan sementara CLS Knights.
Ketenangan para pemain Stadium akhirnya mampu menyamakan kedudukan di akhir kuarter empat. CLS Knights yang sebenarnya sudah sempat memimpin enam angka seringkali membuka lubang besar pada zona pertahanan sehingga pemain Stadium sangat leluasa mencetak angka. Kemelut di 10 detik terakhir di bawah ring CLS Knights gagal menghasilkan angka bagi Stadium. Over time pada kedudukan 50 sama.
Febri Utomo menjadi pahlawan CLS Knights dengan bekerja sangat keras pada babak over time. Penetrasi Febri selalu berbuah foul dan memberi kesempatan free throw hingga empat kali berturut-turut. Menjelang pertandingan berakhir, Febri harus meninggalkan pertandingan karena kram.
Beruntung ia sudah mengamankan kemenangan pada kedudukan 61-57 hingga over time berakhir. Meski tampil kurang memuaskan, Dwi Haryoko mencetak double-double bagi timnya, CLS Knights dengan 14 poin dan 15 rebound.



