
Mereka menolak komersialisasi pendidikan seperti pungli melalui iuran orangtua (IKOMA) segera dihapus, pasalnya IKOMA telah menjadikan kampus sebagai ajang masuknya komersialisasi pendidikan.
"IKOMA itu sumbangan namun malah menjadi wajib bayar, apalagi IKOMA tidak ada kejelasan perincian penggunaan," kata Albertus Beny salah seorang mahasiswa.
Menurutnya jika tidak membayar IKOMA maka mahasiswa tidak boleh kuliah. Sementara Biaya IKOMA sebasar 7,5 juta. Pembayaran dapat dianggsur 12 x. "Kami menuntut kejalasan IKOMA dan kalau bisa dihapus," katanya.
Sementara itu Rektor Unair Prof Dr Fasich belum bisa mendatangi para mahasiswadengan alasan tidak ada Kampus Unair C. Karena belum ada kejelasan maka mahasiswa akan terus mengelar aksinya sampai rektor menemui mahasiswa yang ada di depan gedung rektorat.



