Sebelum Ki Gu datang dan mengikuti seleksi di tim Persebaya 1927, Llano menganggap seorang Ki Gu tidak layak untuk mengikuti seleksi. Apalagi Ki Gu notabene mantan pemain Timnas Korsel dan terakhir membela tim papan atas K League, Pohang Steelers. "Masa mantan pemain Pohang Steelers diseleksi dulu," ucap Llano saat itu.
Nyatanya, ketika mengikuti seleksi, Ki Gu tak mampu membuat Aji puas. Selain tak mampu mencetak gol, stamina pemain 30 tahun ini juga payah. Di lapangan, ketika ia habis berlari, Ki Gu selalu memegangi pinggangnya tanda kehabisan stamina. Aji pun mencoretnya karena menganggap kondisi fisik Ki Gu tidak siap.
"Kemarin katanya mantan pemain Timnas Korea Selatan. Tapi ya seperti itu saja," kata Aji.
Tak hanya itu, beberapa pemain Korea lainnya, seperti Yoo Hung-Yul dan Ahn Ahn Hyo Yeon juga termasuk pemain yang 'katanya' berkualitas. "Termasuk pemain Korea lainnya. Sama saja. Sekarang semua tidak di sini," lanjut Aji.
Mantan arsitek Persema, Persisam dan Persik ini menambahkan. "Kita bisa melihat pemain itu bagus atau tidaknya kan ketika di lapangan. Tidak bisa kita hanya mengandalkan nama besarnya saja," tambah Aji.
"Katanya pemain bagus, tapi itu dulu. Atau pemain bagus tapi bagusnya enam bulan lalu, kan sama saja. Oleh sebab itu kita harus lihat penampilannya," timpal Aji.
Llano yang dihubungi beritajatim.com, Jumat malam menanggapi komentar Aji dengan nada sinis. Melalui pesan di layanan pesan singkat ia menulis, "Kok selalu ingin instan ya? Ingin langsung main. Di sepakbola semua ada proses, bos," tulis Llano



