
Pertahanan Muba Hangtuah yang dikomandoi Max Yanto belum mampu mengatasi kelincahan point guard CLS Knights, Dimaz Muharri. Dimaz membuka raihan angka CLS Knights melalui sebuah layup manis melewati beberapa pemain Muba Hangtuah. Dimaz lalu menambah dua angka lagi melalui sebuah tembakan tear-drop shot yang cantik melewati tingginya Max Yanto.
Muba Hangtuah yang langsung tertinggal 1-10 di tengah kuarter pertama baru mampu mendekati CLS Knights di akhir kuarter melalui pergerakan Ary Sapto. Kuarter pertama berakhir untuk keunggulan sementara CLS Knights, 19-11.
Point guard Muba Hangtuah, Robert Yunarto mulai menunjukan kecepatannya di kuarter kedua. Total enam point Robert hingga akhir kuarter kedua belum mampu mengejar kecepatan CLS Knights yang melaju lewat kerja keras Agustinus Indrajaya yang selalu mendapat kawalan ketat Max Yanto. Indrajaya membukukan total 10 angka dan empat rebound untuk menutup kuarter kedua bagi keunggulan CLS Knights, 33-23.
Kuarter ketiga menjadi milik Febri Utomo. Guard lincah CLS Knights ini menambah 14 poin hanya di kuarter ketiga saja. Kehebatan Febri ditambah oleh produktivitas Dimaz yang juga tak kalah tinggi. Dimaz menambah enam angka dan membawa CLS Knights jauh meninggalkan Muba Hangtuah dengan selisih 26 angka di akhir kuarter ketiga.
Dengan kemenangan ini CLS Knights menggenapi poin klasemen sementara menjadi 40. Dengan keunggulan head to head (2-0), CLS Knights menggeser Aspac Jakarta dari posisi ketiga meskipun memiliki poin sama.



