Rabu, 09 Februari 2011

Mahasiswa Unair Tuntut Iuran IKOMA Dihapus




Puluhan mahasiswa Unair berbagai fakultas melakukan unjuk rasa di depan kantor rektorat. Mereka menuntut agar rektor segera menghapus iuran IKOMA (Ikatan Orangtua Mahasiswa), karena hal itu sangat membebani para mahasiswa.

Dalam aksinya mahasiswa juga menuntut agar uang yang telah dibayarkan segera dikembalikan, karena penuh dengan unsur pemaksaan. Selain itu mahasiswa menganggap IKOMA penuh dengan praktek korupsi oleh para pejabat kampus.

"Pada awalnya IKOMA, didirikan atas dasar sukarela, tapi perkembangannya menjadi wajib, seperti SPP. Bahkan ada mahasiswa yang belum membayar IKOMA tidak diperbolehkan KRS pada awal semester, jelas ini sangat memberatkan kami apalagi dari mahasiswa menengah ke bawah," teriak juru bicara aksi, Dominicus, Rabu (9/2/2011).

Padahal, kata dia, Direktur Kemahasiswaan Unair memberikan penjelasan bahwa
IKOMA merupakan organisasi di luar kampus yang tidak terkait dengan akademik
kampus. Sehingga penarikan iuran IKOMA bagi para mahasiswa dianggap ilegal.
Para mahasiswa itu juga membawa bukti-bukti transkrip dan rekening pembayaran IKOMA yang telah diselewengkan.

"Pada aksi sebelumnya, Direktur Kemahasiswaan Imam Mustofa, yang menemui para mahasiswa memberikan penjelasan bahwa IKOMA tidak terkait dengan kegiatan akademik kemahasiswaan. Namun pada prakteknya IKOMA tela menjadi wajib. Dan kami menemukan beberapa bukti bahwa uang pembayaran itu telah masuk ke rekening rektor," lanjutnya.

Mahasiswa pun akan bertahan di depan gedung rektororat hingga bertemu dengan rektor. "Kami akan bertahan sambil menunggu rektor datang, kalau tidak datang, kita tunggu sampai besok jika perlu bertahan di sini," tegas salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu dan Budaya Unair, Fikri (21).


BERITA HARI INI :