Selasa, 08 Februari 2011

Pemerintah Akan Gratiskan Biaya Madrasah 2012




Pemerintah mulai tahun depan akan merealisasikan program madrasah gratis. Pemerintah akan menggratiskan biaya pendidikan madrasah mulai Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, hingga Madrasah Aliyah.

"Kementerian Agama tahun ini sedang melakukan kajian final untuk menentukan kekuatan anggaran di pemerintahan untuk program madrasah gratis. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa terealisasi," kata Menteri Agama Suryadharma Ali kepada wartawan usai membuka Muswil VI PPP Jatim di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (7/2/2011).

Menurut dia, kajian yang dilakukan pihaknya untuk mengukur kekuatan anggaran, apakah program madrasah gratis itu dilakukan di seluruh di Indonesia atau hanya sebagian saja.

"Akan kita gratiskan segratis-gratisnya. Sekarang sedang dihitung dari segi anggaran. Apakah keseluruhan atau sebagian dulu, bisa Indonesia timur dulu, Indonesia Timur dan Indonesia Tengah atau seluruh Indonesia," ujarnya.

Suryadharma optimistis, jika program gratis biaya pendidikan madrasah berjalan, maka problem pendidikan di Indonesia akan mampu teratasi. Apalagi, mayoritas madrasah saat ini menampung pelajar tidak mampu.

"Sebanyak 91,5 persen madrasah itu swasta dan berdiri berdasarkan inisiatif dan perjuangan para kiai untuk membebaskan warga di sekitarnya dari kebodohan," tuturnya.

Jika masalah pendidikan madrasah tidak diperhatikan pemerintah, maka akan semakin terpinggir dan hilang, sehingga konsekuensinya tingkat kebodohan akan semakin meningkat.

"Apabila madrasah tidak ada, berapa banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengenyam pendidikan," paparnya.

Kementerian Agama tahun ini menganggarkan dana Rp 27 triliun untuk pendidikan. Selain itu, pada tahun 2010 lalu, Kementerian Agama melaunching pendidikan terapan anak harapan dengan menyekolahkan 500 anak jalanan (anjal) ke beberapa pesantren.

"Saya minta Gubernur Jatim Soekarwo mendukungnya. Kalau bisa, kan lumayan bisa jadi modal untuk melanjutkan kepemimpinannya di Jatim. Pakde Karwo ini adalah santri yang belum tamat. Belum tamat saja sudah jadi gubernur, kalau sudah tamat bisa lebih hebat lagi. Saya khawatir jadi menteri agama nantinya," sindirnya kepada gubernur yang juga hadir dalam acara itu.


BERITA HARI INI :